Langsung ke konten utama

Tanaman Pala (Myristica fragrans)


Klasifikasi Tanaman Pala (Myristica fragrans):

- Kingdom: Plantae

- Divisi: Magnoliophyta

- Kelas: Magnoliopsida

- Ordo: Magnoliales

- Famili: Myristicaceae

- Genus: Myristica

- Spesies: fragrans


Asal Usul dan Sejarah Tanaman Pala (Myristica fragrans):

Asal Usul:

  • Tanaman pala berasal dari Kepulauan Banda di Indonesia, khususnya Pulau Banda dan Pulau Ambon.

Penggunaan Historis:

  • Pala telah digunakan oleh penduduk pribumi di Indonesia sejak zaman kuno sebagai rempah-rempah dan bahan obat.
  • Keberhargaan pala sebagai rempah beraroma tinggi menyebabkan persaingan sengit di antara bangsa Eropa selama Zaman Penjelajahan.

Perdagangan dan Ekspansi:

  • Pala menjadi objek perdagangan berharga yang mendorong bangsa Portugis, Belanda, dan Spanyol bersaing untuk menguasai wilayah produsen pala.
  • Belanda berhasil menguasai kepulauan Banda dan memonopoli perdagangan pala, mengendalikan pasokan global.


Morfologi Tanaman Pala (Myristica fragrans):

1. Daun:

  •  Daunnya adalah daun hijau yang berselang-seling dan berbentuk oval dengan ujung yang meruncing.

2. Bunga:

  • Bunganya kecil dan putih, tumbuh pada tangkai bunga yang panjang.

3. Buah dan Biji:

  • Buahnya berbentuk buah beri yang dikenal sebagai "buah pala" atau "buah muskat."
  • Biji dalam buah tersebut digunakan untuk menghasilkan pala dan biji muskat.

4. Batang dan Kulit Kayu:

  • Batangnya memiliki kulit kayu yang halus dan cokelat keabu-abuan.

5. Akar:

  • Akarnya serabut dan terdapat pada bagian bawah tanah.


Syarat Tumbuh Tanaman Pala (Myristica fragrans):

1. Iklim:

  • Memerlukan iklim tropis dengan suhu yang relatif tinggi.
  • Tumbuhan ini tumbuh baik pada suhu antara 20-30°C.

2. Pencahayaan:

  • Tumbuhan pala memerlukan pencahayaan penuh hingga setengah naungan.

3. Tanah:

  • Tanah yang subur, kaya bahan organik, dan memiliki drainase yang baik.
  • pH tanah optimal berkisar antara 6,0-7,0.

4. Curah Hujan:

  • Memerlukan curah hujan yang cukup, tetapi juga dapat bertahan pada musim kemarau yang singkat.

5. Kelembaban:

  • Menyukai kelembaban udara yang tinggi, tetapi juga dapat tumbuh di daerah dengan kelembaban moderat.


Kandungan Gizi Tanaman Pala (Myristica fragrans):

1. Minyak Atsiri:

  • Mengandung minyak atsiri dengan komponen utama seperti myristicin, elemicin, dan safrole.

2. Protein dan Karbohidrat:

  • Mengandung protein dan karbohidrat dalam jumlah tertentu.

3. Mineral:

  •  Kaya akan beberapa mineral seperti magnesium, potassium, dan kalsium.

4. Antioksidan:

  • Memiliki senyawa antioksidan seperti quercetin dan katekin.

5. Vitamin:

  • Mengandung beberapa vitamin seperti vitamin C dan vitamin B kompleks.


Daftar Pustaka:

  • Ravindran, P. N., et al. (2003). Nutmeg (Myristica fragrans Houtt.)—cultivation, processing, composition and uses. In Advances in Food and Nutrition Research (Vol. 47, pp. 299-395). Academic Press.
  • Parthasarathy, V. A., et al. (2008). Nutmeg (Myristica fragrans Houtt.)—a review. Journal of Spices and Aromatic Crops, 17(2), 103-120.
  • Singh, G., et al. (2007). Chemistry, antioxidant and antimicrobial potentials of nutmeg (Myristica fragrans Houtt) and mace (Myristica fragrans Houtt). Journal of the Science of Food and Agriculture, 87(12), 2278-2289.
  • Ravindran, P. N., et al. (2003). Nutmeg (Myristica fragrans Houtt.)—cultivation, processing, composition and uses. In Advances in Food and Nutrition Research (Vol. 47, pp. 299-395). Academic Press.
  • Parthasarathy, V. A., et al. (2008). Nutmeg (Myristica fragrans Houtt.)—a review. Journal of Spices and Aromatic Crops, 17(2), 103-120.
  • Singh, G., et al. (2007). Chemistry, antioxidant and antimicrobial potentials of nutmeg (Myristica fragrans Houtt) and mace (Myristica fragrans Houtt). Journal of the Science of Food and Agriculture, 87(12), 2278-2289.
  • Ravindran, P. N., et al. (2003). Nutmeg (Myristica fragrans Houtt.)—cultivation, processing, composition and uses. In Advances in Food and Nutrition Research (Vol. 47, pp. 299-395). Academic Press.
  • Parthasarathy, V. A., et al. (2008). Nutmeg (Myristica fragrans Houtt.)—a review. Journal of Spices and Aromatic Crops, 17(2), 103-120.
  • Singh, G., et al. (2007). Chemistry, antioxidant and antimicrobial potentials of nutmeg (Myristica fragrans Houtt) and mace (Myristica fragrans Houtt). Journal of the Science of Food and Agriculture, 87(12), 2278-2289.
  • Ravindran, P. N., et al. (2003). Nutmeg (Myristica fragrans Houtt.)—cultivation, processing, composition and uses. In Advances in Food and Nutrition Research (Vol. 47, pp. 299-395). Academic Press.
  • Parthasarathy, V. A., et al. (2008). Nutmeg (Myristica fragrans Houtt.)—a review. Journal of Spices and Aromatic Crops, 17(2), 103-120.
  • Singh, G., et al. (2007). Chemistry, antioxidant and antimicrobial potentials of nutmeg (Myristica fragrans Houtt) and mace (Myristica fragrans Houtt). Journal of the Science of Food and Agriculture, 87(12), 2278-2289.
  • Ravindran, P. N., et al. (2003). Nutmeg (Myristica fragrans Houtt.)—cultivation, processing, composition and uses. In Advances in Food and Nutrition Research (Vol. 47, pp. 299-395). Academic Press.
  • Parthasarathy, V. A., et al. (2008). Nutmeg (Myristica fragrans Houtt.)—a review. Journal of Spices and Aromatic Crops, 17(2), 103-120.
  • Singh, G., et al. (2007). Chemistry, antioxidant and antimicrobial potentials of nutmeg (Myristica fragrans Houtt) and mace (Myristica fragrans Houtt). Journal of the Science of Food and Agriculture, 87(12), 2278-2289. 

Komentar