Klasifikasi Tanaman Kentang:
Klasifikasi tanaman kentang (Solanum tuberosum) adalah sebagai berikut:
- Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
- Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
- Superdivisi: Spermatophyta (Tumbuhan berbiji)
- Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
- Kelas: Magnoliopsida (Dicotyledonae)
- Order: Solanales
- Family: Solanaceae
- Genus: Solanum
- Species: Solanum tuberosum
Asal Usul dan Sejarah Tanaman Kentang:
Kentang (Solanum tuberosum) berasal dari wilayah pegunungan Amerika Selatan, terutama dari daerah yang sekarang dikenal sebagai Peru dan Bolivia. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman pangan utama yang ditanam oleh suku Inca.
Sejarah:
- Kentang dibawa ke Eropa oleh penjelajah Spanyol pada abad ke-16 setelah penaklukan Amerika.
- Kentang kemudian menyebar ke seluruh Eropa dan menjadi salah satu sumber makanan yang penting.
- Di Irlandia, kentang menjadi bagian penting dari diet dan mengurangi risiko kelaparan pada abad ke-19.
Morfologi Tanaman Kentang:
- Akar: Kentang memiliki sistem akar serabut yang bercabang.
- Batang: Batang kentang berbentuk silindris, berwarna hijau saat muda dan berwarna cokelat saat tua.
- Daun: Daun kentang berukuran besar, bergantian, dan berbentuk jantung dengan tepi bergerigi.
- Bunga: Bunga kentang berwarna putih hingga ungu dan terdapat dalam tandan.
- Buah: Buah kentang berbentuk bola kecil, tetapi bagian yang biasa dikonsumsi adalah umbi atau kentang yang tumbuh di bawah tanah.
Syarat Tumbuh Tanaman Kentang:
- Tanah: Tanah yang gembur, berpasir, dan kaya akan humus dengan pH tanah ideal antara 5.8 hingga 6.5.
- Iklim: Kentang tumbuh baik pada iklim yang sejuk hingga sedang. Suhu optimal untuk pertumbuhan berkisar antara 15-20°C.
- Pencahayaan: Kentang membutuhkan sinar matahari penuh untuk pertumbuhan yang optimal.
- Air: Perlu penyiraman yang cukup, terutama selama masa pembentukan umbi.
- Pemupukan: Pemberian pupuk yang kaya fosfor membantu pembentukan umbi kentang yang baik.
Kandungan Gizi Tanaman Kentang:
1. Karbohidrat: Kentang kaya akan karbohidrat kompleks, terutama pati.
2. Protein: Menyediakan protein yang cukup untuk mendukung fungsi tubuh.
3. Serat: Mengandung serat pangan yang baik untuk pencernaan.
4. Vitamin C: Memberikan kontribusi vitamin C, penting untuk sistem kekebalan tubuh.
5. Kalium: Kaya akan kalium, yang berperan dalam keseimbangan cairan dan fungsi jantung.
Daftar Pustaka:
- "Nutritional Value of Potatoes: Much More Than a Comfort Food." Journal of the Science of Food and Agriculture. (https://onlinelibrary.wiley.com/doi/full/10.1002/jsfa.8299)
- "Potato: A Precious Bio-resource in Human Health and Food Security." International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences. (https://www.ijcmas.com/vol-8-8/S.%20K.%20Roy%20and%20S.%20K.%20Jana.pdf)
- "Growing Potatoes in the Florida Home Garden." University of Florida IFAS Extension. (https://edis.ifas.ufl.edu/publication/HS183)
- "Potato Production Guide." University of California, Agriculture and Natural Resources. (https://anrcatalog.ucanr.edu/pdf/8004.pdf)
- "Potato Biology and Biotechnology: Advances and Perspectives." CRC Press. (https://www.taylorfrancis.com/books/e/9780429059361)
- "Potato (Solanum tuberosum L.) Breeding." In: Singh D., Singh C. (eds) Advances in Potato Chemistry and Technology. (https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-319-24627-6_2)
- "The Potato: Botany, Production and Uses." CABI Publishing. (https://www.cabi.org/bookshop/book/9781845933858/)
- "History and Origin of Potatoes." International Journal of Current Microbiology and Applied Sciences. (https://www.ijcmas.com/vol-3-8/S.%20R.%20Kumawat%20and%20M.%20L.%20Vyas.pdf)
- "Potato Biology and Biotechnology: Advances and Perspectives."* CRC Press. (https://www.taylorfrancis.com/books/e/9780429059361)
- "Potato (Solanum tuberosum L.) Breeding." In: Singh D., Singh C. (eds) Advances in Potato Chemistry and Technology. (https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-319-24627-6_2)

Komentar
Posting Komentar