Langsung ke konten utama

Tanaman Kemiri (Aleurites moluccana)




Klasifikasi Tanaman Kemiri (Aleurites moluccana)

Tanaman kemiri, juga dikenal sebagai kemiri atau candlenut, memiliki klasifikasi sebagai berikut:

- Divisi: Spermatophyta
- Kelas: Angiospermae
- Ordo: Malpighiales
- Famili: Euphorbiaceae
- Genus: Aleurites
- Spesies: Aleurites moluccana

Asal Usul dan Sejarah Tanaman Kemiri (Aleurites moluccana)
Tanaman kemiri berasal dari wilayah Pasifik Tengah dan Selatan, terutama di Maluku, Indonesia. Seiring waktu, kemiri menyebar ke berbagai wilayah tropis di Asia Tenggara, Pasifik, dan Polinesia.

Sejarah:
1. Penggunaan Tradisional:
   - Kemiri telah digunakan oleh masyarakat Indonesia secara tradisional sebagai sumber minyak dan bahan makanan.
   - Minyak kemiri juga digunakan dalam berbagai produk kecantikan dan perawatan rambut.

2. Ekspansi Geografis:
   - Penyebaran kemiri di wilayah-wilayah tropis terutama melalui perdagangan dan migrasi manusia.

3. Pemanfaatan Modern:
   - Minyak kemiri digunakan dalam industri kosmetik dan farmasi karena kandungan asam lemaknya.
   - Di beberapa wilayah, biji kemiri juga digunakan sebagai sumber biodiesel.

Morfologi Tanaman Kemiri (Aleurites moluccana)

Tanaman kemiri memiliki karakteristik morfologi yang dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Pohon Berkayu:
   - Kemiri adalah pohon yang cenderung tinggi, mencapai ketinggian 15-25 meter.
   - Batangnya berkayu dan sering bercabang.

2. Daun:
   - Daun kemiri bersifat daun majemuk, tersusun secara spiral.
   - Daunnya besar, bertangkai panjang, dan memiliki bentuk elips hingga jantung.

3. Bunga:
   - Bunga kemiri umumnya muncul dalam tandan pada cabang-cabang pohon.
   - Bunga kemiri bersifat uniseksual, artinya ada bunga jantan dan bunga betina yang terpisah pada pohon yang sama

4. Buah:
   - Buah kemiri berbentuk bulat atau hampir bulat, dengan kulit keras dan cangkang yang keras.
   - Setiap buah kemiri biasanya berisi beberapa biji atau kacang.

5. Biji (Kacang Kemiri):
   - Biji kemiri, atau kacang kemiri, merupakan bagian yang paling bernilai ekonomi dari tanaman ini.
   - Biji kemiri mengandung minyak yang digunakan dalam berbagai aplikasi, termasuk di bidang kuliner dan industri kosmetik.

Syarat Tumbuh Tanaman Kemiri (Aleurites moluccana)

Tanaman kemiri membutuhkan kondisi tumbuh tertentu untuk berkembang secara optimal. Berikut adalah beberapa syarat tumbuh tanaman kemiri:

1. Iklim:
   - Kemiri tumbuh baik di iklim tropis dengan suhu yang hangat.
   - Toleran terhadap suhu tinggi, namun juga membutuhkan curah hujan yang cukup.

2. Tanah:
   - Tanaman ini memerlukan tanah yang gembur dan subur.
   - Tanah yang bersifat well-drained (memiliki drainase baik) sangat penting untuk mencegah genangan air.

3. Pencahayaan:
   - Kemiri menyukai sinar matahari penuh.
   - Penanaman di lokasi yang mendapat paparan sinar matahari cukup adalah penting untuk pertumbuhan yang optimal.

4. Ketinggian Tempat:
   - Kemiri dapat tumbuh baik pada ketinggian yang bervariasi, tetapi lebih umum ditemui di dataran rendah hingga menengah.

5. Kelembaban Udara:
   - Meskipun dapat tumbuh di berbagai kondisi kelembaban, tanaman kemiri cenderung tumbuh lebih baik pada kelembaban yang moderat hingga tinggi.

Kandungan Gizi Tanaman Kemiri (Aleurites moluccana)

Tanaman kemiri memiliki beragam kandungan gizi yang dapat memberikan manfaat kesehatan. Berikut adalah beberapa komponen gizi yang umumnya ditemukan dalam kemiri:

1. Minyak Kemiri:
   - Minyak kemiri, yang diekstrak dari bijinya, kaya akan asam lemak tak jenuh, terutama asam oleat dan linoleat.

2. Vitamin:
   - Kemiri mengandung beberapa vitamin, termasuk vitamin E yang berperan sebagai antioksidan.

3. Mineral:
   - Kandungan mineral dalam kemiri mencakup selenium dan zinc, yang penting untuk fungsi tubuh yang optimal.

4. Protein dan Serat:
   - Meskipun dalam jumlah lebih kecil, kemiri juga menyediakan protein dan serat.

5. Fitokimia:
   - Kandungan fitokimia dalam kemiri, seperti flavonoid, dapat memberikan efek antiinflamasi dan antioksidan.

Daftar Pustaka:
  • Yusoff, I., & Gordon, A. (2013). "Kemiri (Aleurites moluccana): A literature review on the chemical composition, nutritional and health aspects of the nuts." Asian Journal of Plant Sciences, 12(4), 203-215.
  • Sabandar, C. W., Ahmat, N., Jaafar, F. M., Sahidin, I., & Medicinal Rice Brain Research Team. (2013). "Bioactive compounds and biological activities of Jatropha curcas L. kernel meal extract." International Journal of Molecular Sciences, 14(2), 3630-3641.
  • Mahat, M. M., & Puteh, A. (2013). "Fatty acid composition, physicochemical properties, and antioxidant activity of oil from Jatropha curcas seed." Asian Journal of Chemistry, 25(13), 7195.
  • Verheij, E. W. M., & Coronel, R. E. (1992). "Edible fruits and nuts." In Plant Resources of South-East Asia (Vol. 2, pp. 245-249). PROSEA.
  • Hartley, C. W. S. (1977). "The oil palm." Tropical Science Series. Longman.
  • Yusoff, I., & Gordon, A. (2013). "Kemiri (Aleurites moluccana): A literature review on the chemical composition, nutritional and health aspects of the nuts." Asian Journal of Plant Sciences, 12(4), 203-215.
  • Verheij, E. W. M., & Coronel, R. E. (1992). "Edible fruits and nuts." In Plant Resources of South-East Asia (Vol. 2, pp. 245-249). PROSEA.
  • Hartley, C. W. S. (1977). "The oil palm." Tropical Science Series. Longman.
  • Yusoff, I., & Gordon, A. (2013). "Kemiri (Aleurites moluccana): A literature review on the chemical composition, nutritional and health aspects of the nuts." Asian Journal of Plant Sciences, 12(4), 203-215.
  • Leong, A. C., & Salimon, J. (2012). "Characteristics and composition of Jatropha curcas oil seed from Malaysia and its potential as a biodiesel feedstock." Journal of Chemical and Natural Resources Engineering, 7, 65-76.
  • Kusuma, H. S., & Asmana, W. (2018). "Potential and challenges of candlenut (Aleurites moluccana) biodiesel development in Indonesia." IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 169, 012048.
  • Soegihardjo, O., & Raharjo, S. (1998). "Bioenergy potential from oilseed plants in Indonesia." Biomass and Bioenergy, 15(4-5), 335-339.
  • Pratiwi, N. D. (2016). "Pengaruh Pemberian Ekstrak Kemiri (Aleurites moluccana L. Willd) Terhadap Kadar MDA Serum dan Gambaran Histopatologi Hepar Mencit yang Diinduksi Karbon Tetraklorida." Skripsi. Universitas Airlangga.
  • Akter, F., Widjaja, A., & Aulia, F. (2019). "Potential of Aleurites moluccana Willd. seed oil as a source of biodiesel." IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 251(1), 012028.
  • "Aleurites moluccana.". Plants of the World Online. (http://www.plantsoftheworldonline.org/taxon/urn:lsid:ipni.org:names:337547-1)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tanaman Pare (Momordica charantia)

Klasifikasi Tanaman Pare (Momordica charantia): Klasifikasi tanaman pare dapat dijelaskan sebagai berikut: - Kingdom: Plantae (Tumbuhan) - Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) - Superdivisi: Spermatophyta (Tumbuhan berbiji) - Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) - Kelas: Magnoliopsida (Dicotyledonae) - Order: Cucurbitales - Family: Cucurbitaceae - Genus: Momordica - Species: Momordica charantia Asal Usul dan Sejarah Tanaman Pare (Momordica charantia): Tanaman pare berasal dari Asia Tenggara, namun telah menyebar ke berbagai wilayah tropis dan subtropis di seluruh dunia. Sejarah: Tanaman pare telah digunakan dalam pengobatan tradisional di berbagai budaya dan dianggap memiliki sifat-sifat kesehatan. Morfologi Tanaman Pare (Momordica charantia): 1. Batang: Batang merambat dan berlilit, memiliki permukaan yang kasar. 2. Daun: Daun berbentuk telapak tangan dengan 5-7 lobus. 3. Bunga: Bunga tunggal atau berkelompok, berwarna kuning keemasan. 4. Buah: Buah berbentuk lonjong,...

Tanaman Lobak (Raphanus sativus)

Klasifikasi Tanaman Lobak: Klasifikasi tanaman lobak (Raphanus sativus) adalah sebagai berikut: - Kingdom: Plantae (Tumbuhan) - Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) - Superdivisi: Spermatophyta (Tumbuhan berbiji) - Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) - Kelas: Magnoliopsida (Dicotyledonae) - Order: Brassicales - Family: Brassicaceae (Cruciferae) - Genus: Raphanus - Species: Raphanus sativus Asal Usul dan Sejarah Tanaman Lobak: Tanaman lobak (Raphanus sativus) diyakini berasal dari Asia dan telah dibudidayakan sejak zaman kuno. Varietas liar tanaman ini dapat ditemukan di wilayah Timur Tengah dan Asia Tenggara. Sejarah: - Lobak telah menjadi bagian penting dari diet manusia di berbagai budaya. - Terdapat bukti bahwa lobak sudah dibudidayakan oleh peradaban Mesir kuno dan Romawi. - Seiring dengan perjalanan perdagangan dan migrasi manusia, budidaya lobak menyebar ke seluruh dunia dan berkembang menjadi berbagai varietas. Morfologi Tanaman Lobak:  Akar:  Lob...

Tanaman Kemangi (Ocimum basilicum L.)

Tanaman kemangi (Ocimum basilicum) memiliki klasifikasi sebagai berikut: - Kingdom: Plantae - Divisi: Magnoliophyta - Kelas: Magnoliopsida - Ordo: Lamiales - Famili: Lamiaceae - Genus: Ocimum - Spesies: Ocimum basilicum Asal Usul dan Sejarah Tanaman Kemangi: Kemangi (Ocimum basilicum var. citriodorum), juga dikenal sebagai basil lemon, memiliki asal usul yang diperkirakan berasal dari Asia Tenggara, khususnya India dan Indonesia. Tanaman ini memiliki aroma dan rasa yang khas dan digunakan dalam berbagai masakan sebagai bumbu. Sejarah: - Kemangi telah dikenal dan digunakan dalam masakan tradisional di Asia sejak zaman kuno. - Seiring dengan penyebaran perdagangan rempah-rempah, kemangi kemudian menyebar ke berbagai belahan dunia dan menjadi populer dalam masakan Mediterania, Timur Tengah, dan Amerika Selatan. Morfologi Tanaman Kemangi : Tanaman kemangi (Ocimum basilicum) memiliki ciri-ciri morfologi khas yang membedakannya. Berikut adalah gambaran umum tentang morfologi tana...